BNN dan Bea Cukai Sita 16,81 Kilogram Sabu

2/3/2016 7:27:43 AM

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN), menyita 16,81 Kilogram (Kg) narkotika jenis sabu atau methamphetamine yang disembunyikan di dalam gulungan kain dan pemanas air, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/2/2016).

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok‎, Fadjar Doni mengatakan, barang haram tersebut diselundupkan melalui jalur laut dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, serta dikendalikan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bekasi, Jawa Barat.

"Pengungkapan narkotika ini merupakan pengembangan dari penemuan sabu yang di import oleh perorangan melalui Less Container Load (LCL)‎. Barangnya sendiri sudah kami sita sejak Maret 2015 lalu. Namun kami baru mengungkap pada Februari 2016 ini, lantaran untuk menangkap kurir beserta jaringan pelaku baru diciduk pada Senin 01 Januari 2016," katanya di Gudang Peti Kemas JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/2/2016).

Pihaknya, jelas Fadjar, berawal mendapat informasi dari intelijen pada Maret 2015 lalu, terkait datangnya sejumlah narkotika jenis sabu yang disembunyikan melalui jalur LCL di Pelabuhan Tanjung Priok.

"‎Kami memang sengaja tidak langsung eksekusi terhadap barang narkoba yang disembunyikan dalam gulungan kain dan pemanas air tersebut. Hanya saja, setelah bekerja sama dengan pihak BNN, kami harus menunggu kurir yang mengimport barang tersebut. Kurir ini hendak mengambil barang miliknya," paparnya.

Fadjar mengatakan, barang yang disita berasal dari dua jenis barang, yakni 18 gulungan kain dengan total berat brutto 3,01 kilogram, yang berasal dari Cina Daratan. Selain itu, lanjutnya, 14 buah unit pemanas air dengan dua bungkus sabu dengan total berat brutto 13,8 kg yang berasal dari Hongkong.

"Kami melakukan delivery control terhadap pelaku yang hendak mengambil barang tersebut melalui proses kepabeanan. Pada 30 Januari 2016 lalu, kami bersama BNN menciduk 3 orang pelaku yang merupakan pengedar, saat akan mengeluarkan barang yang di importnya tersebut," ujarnya.

Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN, Brigjen Arman Depari, mengatakan, ‎barang bukti narkotika sabu dengan berat brutto total mencapai 16,81 kg sempat terhenti penindakannya.

"Seolah-olah seperti barang tidak bertuan untuk memancing pelaku mengambil barang tersebut. Barulah petugas kita melakukan teknik penyerahan dalam pengawasan (control delivery) bersama Bea dan Cukai, dan hasilnya kita menemukan jaringan dan pelaku di daerah Tangerang," kata Arman Depari.

‎Arman Depari menjelaskan, ada 4 pelaku yang membawa barang tersebut ke Indonesia melalui jalur ekspedisi laut.

"Yakni AB yang merupakan otak sindikat warga negara asing (WNA) asal Nigeria yang berada di Lapas Bekasi. Serta tiga orang WNI yakni N, M, dan L, yang masing-masing memiliki peran sebagai penyimpan barang, pengurus dan penghubung terhadap AB ini," ungkap Arman Depari.

Arman Depari mengatakan, polisi bekerjasama dengan penegak hukum di negara lain. Sebab, hampir semua narkotika jenis sabu berasal dari luar negeri, terutama dari China Daratan.

"Kerja sama ini penting agar kami tak hanya menangkap pelaku dan barang buktinya saja. Tapi juga bisa mencegah sebelum barang itu masuk ke Indonesia," kata Arman Depari.

AB yang saat ini masih menjalani proses hukuman pidana penjara di Lapas Bekasi, ungkap Arman, sedangkan ketiga WNI, yakni L, M, dan N yang ditangkap merupakan residivis narkoba pada tahun 2014 lalu.

"Masing-masing pelaku merupakan kaki tangan dari AB. Bila dilihat dari prosesnya rada lama pengungkapannya. Sebab, kami tidak hanya ingin menangkap kurir-kurir yang mendapat upah dan tidak tahu apa-apa, sementara yang diatasnya (bandar) tidak diketahui. Kami pun juga ingin menjerat otak pelaku sindikat narkotika tersebut," papar Arman Depari.

Diketahui, atas tindakan penyelundupan narkotika ke Indonesia, tiga orang WNI yang diciduk oleh Dirjen Bea dan Cukai bersama BNN dijerat dengan ‎Pasal 102 UU Kepabeanan junto Pasal 113 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman pidana penjara 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," ujar Arman Depari.

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com/2016/02/02/bnn-dan-bea-cukai-sita-1681-kilogram-sabu

Selasa, 2 Februari 2016 20:23


Eselon I Kementerian Keuangan