Menko Perekonomian: Pemerintah Masih Pelajari Revisi Target Penerimaan Pajak

2/4/2016 2:36:58 PM

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) sebelumnya telah memastikan bahwa pemerintah akan merevisi target penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016, menyusul terus menurunnya harga minyak dunia hingga mencapai US$ 30 per barel.

Ditanya mengenai revisi target penerimaan pajak tahun 2016, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa kepastian angka revisinya masih dalam tahap perhitungan karena sejumlah harga masih ada yang bergerak. Seperti, harga minyak dunia yang masih terus menurun.

"Masih sedang dipelajari karena memang masih ada yang bergerak kan angkanya. Seperti, harga BBM (Bahan Bakar Minyak) itukan belum fix (pasti) sehingga ya masih, berapa harganya? US$ 30,35,40 per barel, masih bergerak. Karena masih bergerak, maka ya masih terus dicoba dipelajari," ungkap Darmin usai rapat pengentasan kemiskinan di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/2).

Secara terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan hal yang sama, yaitu kementeriannya masih menghitung angka revisi target penerimaan pajak tahun 2016.

"Nanti, masih dihitung," jawab Bambang berulang kali.

Padahal, sebelumnya, Bambang mengatakan bahwa pemerintah tengah memfinalisasi revisi target penerimaan pajak 2016 dari semula Rp 1.360,2 triliun menjadi sekitar Rp 1.226,94 triliun.

Revisi tersebut didasarkan pada pertumbuhan alami sekitar 10 persen dari realisasi penerimaan pajak 2015 sebesar Rp 1.060,85 triliun atau hanya sekitar 81,97 persen dari target APBNP 2015 sebesar Rp 1.294,25 triliun. Sedangkan penerimaan pajak dari kebijakan revaluasi aset tahun 2015 sebesar Rp 20,14 triliun, dua kali lipat lebih dari target.

Kemudian, dalam APBN 2016 yang telah disepakati dengan DPR, pertumbuhan ekonomi ditargetkan naik dari 4,73 persen tahun ini menjadi 5,3 persen dan inflasi 4,7 persen.

Sumber: http://www.beritasatu.com/makro/347184-menko-perekonomian-pemerintah-masih-pelajari-revisi-target-penerimaan-pajak.html

Kamis, 04 Februari 2016 | 13:42


Eselon I Kementerian Keuangan