Sebelum Ditangkap Bea Cukai di Batam, Kapal Penyelundup Sempat Diusir Police Marine Singapura

2/16/2016 10:34:37 AM

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Sebelum di tangkap Bea dan Cukai (BC), KLM Citra Harapan, terlebih dulu diusir Police Marine Singapura agar tidak masuk ke perairan negara tetangga itu.

KLM Citra Harapan yang dinakhodai terdakwa Darisek bin Andi Pettalongi langsung menuju ke Tanjung Sengkuang dan dalam perjalanan patroli BC langsung menghentikan kapal tersebut.

"Kapal ini tidak dilengkapi dokumen yang sah dan tidak ada daftar list semua barang yang dibawa," ujar JPU Sigit saat membacakan dakwaan terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (15/2/2016).

Sidang itu dipimpin Vera Yeti Simanjuntak dengan didampingi Iman Budi Putra Noor dan Egi Novita.

Sementara terdakwa Darisek hadir tanpa didampingi Penasihat Hukum (PH).

Dalam dakwaan yang dibaca JPU itu berawal pada Selasa (29/9/2015) sekira pukul 06.00 WIB, KLM Cityra Harapan berbendera Indonesia yang dinahkodai terdakwa bersama 9 ABK masing-masing Rasyid, Burhan Hasannudin, Julian, Muddin Kaluang, Rahmat, Agus, Jamaruddin, Rusli dan Sugiarto, tanpa membawa muatan (nil kargo) bertolak dari pelabuhan Tanjung Sengkuang Pulau Batam Provinsi Kepulauan Riau (Indonesia) menuju pelabuhan Jurong Port (Singapura).

Terdakwa selaku nakhoda KLM Citra Harapan tidak melaporkan keberangkatannya ke Kantor Bea dan Cukai setempat, serta tanpa menggunakan Surat Persetujuan Berlayar dari Syahbandar setempat.

Masih pada hari yang sama, sekira pukul 11.00 Waktu Singapura, KLM Citra Harapan tiba dan langsung bersandar di pelabuhan Jurong Port (Singapura).

Terdakwa pun bertemu Acai (Warga Negara Singapura) dengan menunjukkan barang yang akan di muat ke KLM Citra Harapan.

Barang tewrsebut berupa beras yang berada di dalam 7 (tujuh) Lori/Truck Kontainer yang telah berada di sekitar pelabuhan.

"Sekira pukul 11.20 waktu Singapura, terdakwa langsung memerintahkan ABK memuat dan menyusun muatan berupa beras tersebut dari masing-masing Lori/Truck Kontainer ke dalam palka KLM Citra Harapan," kata JPU.

Setelah selesai melakukan pemuatan Beras, melakukan pemuatan barang bekas yang berada di dalam Lori/Truck ke dalam palka kapal hingga pukul 22.30 Waktu Singapura.

Terdakwa bertolak dari pelabuhan Jurong Port (Singapura) menuju Pulau Dua (Singapura) untuk melakukan cap passport di Imigrasi Singapura dan tiba sekira pukul 24.00 Waktu Singapura.

Setelah selesai kemudian melanjutkan pelayarannya menuju perairan Changi (Singapura) untuk menunggu arahan dari Muthar selaku orang yang memberi perintah kepada terdakwa melakukan pemuatan beras dan barang bekas yang dimuat di kapal KLM Citra Harapan dan selanjutnya haluan kapal tetap mengarah ke Tanjung Sengkuang Pulau Batam.

Kemudian Rabu (30/9/2015) sekira pukul 03.00 Waktu Singapura terdakwa dihubungi Muthar dan memerintahkan untuk berbalik arah kembali lagi ke Pulau Dua (Singapura) karena banyak petugas Patroli Bea dan Cukai yang melakukan patroli di seputaran perairan pulau Batam.

"Sekira pukul 18.00 Waktu Singapura, KLM Citra Harapan bertolak menuju perairan Changi (Singapura) sambil menunggu perintah dari Muthar.

Pada Kamis tanggal 1 Oktober 2015 sekira pukul 16.00 Waktu Singapura sewaktu kapal KLM Citra Harapan berlayar menuju Tanjung Sengkuang, Batam dan melihat kapal KLM Surya Pratama ditangkap Patroli Bea dan Cukai," Kata JPU.

Dikarenakan terdakwa mengetahui bahwa muatan yang dibawa diatas kapal KLM. Citra Harapan, beras dan barang bekas tanpa dilengkapi manifest atau dokumen kepabeanan lainnya, terdakwa langsung mengarahkan haluan kapal kembali menuju Pulau Dua (Singapura).

Selanjutnya Jumat (02/10/2015) sekira pukul 12.00 Waktu Singapura, KLM. Citra Harapan bertolak kembali ke perairan Changi (Singapura) menuju Tanjung Sengkuang Pulau Batam dan saat di tengah pelayaran yang masih termasuk wilayah perairan Singapura, bertemu dengan Marine Police Singapura dan langsung memerintahkan untuk keluar dari perairan Singapura.

Ketika dalam pelayaran setelah melakukan pemuatan beras dan barang bekas dari Jurong Port Singapura menuju pelabuhan Tanjung Sengkuang Batam, di perairan Batu Ampar kapal Patroli Bea Cukai BC-7005 dan kapal Patroil Bea Cukai BC-20002 berhasil melakukan penegahan terhadap KLM Citra Harapan yang diketahui merupakan Target Operasi (TO).

Kapal Patroli Bea Cukai langsung sandar untuk melakukan pemeriksaan terhadap awak kapal, dokumen dan muatan kapal.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Patroli Bea Cukai tersebut ternyata ditemukan muatan yang diangkut KLM Citra Harapan berupa beras sebanyak lebih kurang 175 Ton dan barang bekas campuran yang tidak ditemukan dokumen manifest atas muatan yang diangkut.

Selanjutnya KLM. Citra Harapan beserta awak kapal dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik DJBC Kanwil Khusus Kepulauan Riau ditemukan muatan kapal KLM. Citra Harapan, berupa beras sebanyak 4.356 Karung yang terdiri dari, 1.694 Karung masing-masing 50 kilogram(Kg), 2.662 Karung masing-masing 25 Kg.

Selanjutnya, barang bekas sebanyak 674 paket yang terdiri dari
kasur sebanyak 203 pcs, Karpet sebanyak 40 rolls, tempat tidur sebanyak 5 set, lemari sebanyak 10 pcs, meja 2 pcs, meja Fiber 10 pcs, ;Sofa 5 set, Kursi Koya 3 unit, kursi Kantor 200 cps, Pintu 20 unit, sepeda 120 unit, Kulkas 18 unit, kipas angin 28 unit, mesin cuci 10 unit.

"Perbuatan terdakwa diancam dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahu," ujar JPU Sigit.(*)

Sumber: http://batam.tribunnews.com/2016/02/15/sebelum-ditangkap-bea-cukai-di-batam-kapal-penyelundup-sempat-diusir-police-marine-singapura

Senin, 15 Februari 2016 23:24


Eselon I Kementerian Keuangan