Kasus Gayus bikin keberatan pajak masyarakat banyak tak dikabulkan

2/23/2016 4:32:01 PM

Merdeka.com - Komite Pengawas Perpajakan (KPP) mencatat ada 196 pengaduan yang diterima sejak 2014 hingga 2015. Dari jumlah tersebut, baru 27 pengaduan yang dikabulkan. Kecilnya angka tersebut karena adanya ketakutan dari petugas Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) jika mengabulkan keberatan dari wajib pajak.

"Paling banyak di banding dan keberatan. Banyak yang sampai ke kami keluhan nambah bayar plus denda. WP (wajib pajak) kan keberatan, tapi ini ditolak umumnya. Ada kasus WP benar kenapa keberatan ditolak, kami periksa dan tanya petugas pajak takut dikriminalisasi diperiksa harus tambah bayar," kata Ketua KPP Daeng M. Nazier di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (23/2).

Dia mengatakan, kasus yang menimpa petugas banding pajak, Gayus Tambunan, menjadi salah satu ketakutan para petugas. Mereka takut disebut bersekongkol dengan wajib pajak jika kasus keberatannya dikabulkan.

"Mungkin dampaknya dari situ. Kalau kami tanya kenapa banyak yang ditolak, mereka selalu bilang kami takut pak," imbuh Daeng.

Hal ini lah yang membuat masyarakat merasa tidak adil atas pelayanan dari petugas pajak. Sebab, meski di pengadilan pajak WP sudah memenangkan kasus perpajakan seperti restitusi, kurang bayar maupun kelebihan bayar pajak, namun petugas pajak tetap tidak mengabulkan.

"Jelas-jelas petugas pajak keliru. Harusnya mereka mengoreksi agar WP tidak dirugikan, tapi petugas pajak ngotot. Di pengadilan WP menang, petugas pajak ngotot, sampai ke MA (Mahkamah Agung) dan petugas pajak pun kalah dan harus bayar pokoknya, bunganya tidak dibayar," jelasnya.


Eselon I Kementerian Keuangan