Ditjen Pajak Intip Transaksi Nasabah Kartu Kredit, Ini Risikonya

4/4/2016 11:46:24 AM

Jakarta -Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sekarang bisa mengakses data transaksi kartu kredit. Ini berlaku setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39/PMK.03/2016.

Artinya, setiap perbankan wajib melaporkan data transaksi nasabah kartu kredit kepada Ditjen Pajak.

Apa komentar Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja?

"Kalau memang diberlakukan sama di 23 bank, kan kita harus laksanakan," katanya kepada detikFinance, Senin (4/3/2016).

Namun, kata Jahja, risikonya adalah ada potensi pergeseran penggunaan kartu kredit menjadi pembayaran tunai. Selain itu, akan banyak nasabah kelas kakap beralih menggunakan kartu kredit perbankan luar negeri seperti Singapura.

"Risikonya adalah nasabah akan bayar pakai tunai dan untuk nasabah kelas atas bisa dapat KK (Kartu Kredit) di Singapura. Ya yang bos gede kan bisa minta aplikasi di DBS, OCBC, Citibank Singapura," terang dia.

Menurut Jahja, dalam Undang-undang (UU) Perbankan tidak ada aturan soal akses nasabah kartu kredit, yang ada hanyalah penghimpunan dana masyarakat.

"Setahu saya UU tentang bank secrecy (data-data yang menyangkut kerahasiaan bank) hanya untuk dana masyarakat, kalau kartu kredit kan utang nasabah, jadi memang tidak masuk bank secrecy," ucap dia.

Jahja mengusulkan, agar transaksi nasabah bisa mudah diakses, perbankan bisa menyerahkan semua data nasabah kartu kredit ke Bank Indonesia (BI) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau diperlukan, data ini bisa diakses oleh yang berkepentingan.

"Sebaiknya data dikirim semua ke BI atau OJK, di mana kalau diperlukan, pajak bisa akses ke sana," ujarnya.

Meski demikian, Jahja mengatakan, apa pun yang menjadi aturan pemerintah, pihaknya hanya bisa mengikuti.

"Tetapi kalu sudah diatur kita jalankan saja, semoga APBN kita bisa tercukupi. Jangan jadi polemik nanti, serahkan saja pada pemerintah yang atur," pungkasnya.(ewi/wdl)

Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/04/04/090142/3178789/4/ditjen-pajak-intip-transaksi-nasabah-kartu-kredit-ini-risikonya

Senin, 04/04/2016 09:01 WIB


Eselon I Kementerian Keuangan