Komunikasi Publik: Menumbuhkan Kepedulian Generasi Milenial terhadap Pengawasan Perpajakan

10/9/2019 4:09:49 PM

Jakarta - Selasa (8/10), 

Komite Pengawas Perpajakan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (STPI) pada Selasa (8-10-2019) mengadakan kegiatan Komunikasi Publik dengan Tema "Menumbuhkan Kepedulian Generasi Milenial dalam Pengawasan Terhadap Kebijakan dan Administrasi Perpajakan" bertempat di Rumah Makan Handayani Prima Matraman, Jakarta yang diikuti oleh Mahasiswa STPI. Kegiatan ini diisi oleh beberapa narasumber, yaitu Prof. Dr. Gunadi, M.Sc., Ak selaku Ketua Komite Pengawas Perpajakan, Benedictus Raksaka Mahi, Ph.D., Dr. Sumihar Petrus Tambunan dan Drs. Joko Wiyono, M.A. selaku Anggota Komite Pengawas Perpajakan, serta Drs. Puryanto, MM, M.Si. selaku Dosen Perpajakan STPI.

Prof. Dr. Gunadi, M.Sc., Ak memaparkan materi mengenai Komite Pengawas Perpajakan yang dibentuk dalam rangka menjaga relasi yang baik antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dalam rangka untuk menjaga hubungan antara pemungut pajak dengan Wajib Pajak (WP), terdapat three lines of defense, yang pertama adalah jajaran manajemen berfungsi untuk menjaga kelemahan, kedua terdapat mekanisme kontrol yaitu check and balances, yang merupakan kontrol terhadap kewenangan yang diberikan sesuai undang-undang terhadap DJP dan DJBC, yang terakhir adalah upaya untuk melakukan perbaikan hukum dan kebijakan pajak. Untuk menghadapi era digital dan masyarakat milenial, dua hal yang menjadi tujuan dan sasaran Komite Pengawas Perpajakan adalah menumbuhkan kultur nilai yang baru di instansi perpajakan dan Komite Pengawas Perpajakan ingin menumbuhkan kepercayaaan publik dalam masyarakat.

Benedictus Raksaka Mahi, Ph.D. memaparkan materi Kebijakan Perpajakan dimana dalam penyusunan kebijakan perpajakan harus melihat sejarah kebijakan terdahulu. Beliau juga menyampaikan pengawasan kebijakan perpajakan Komite Pengawas Perpajakan yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu sebelum penyusunan kebijakan, pada waktu penyusunan kebijakan, dan akibat dari penerapan kebijakan.

Dr. Sumihar Petrus Tambunan memaparkan materi Kewajiban Membayar Pajak yaitu bahwa untuk melaksanakan suatu Pemerintahan, dibutuhkan kontribusi dari seluruh rakyat yang disebut dengan Pajak. Beliau juga memaparkan asas perpajakan menurut Adam Smith (The Wealth of Nation-1776) yaitu equality, certainty, convenience, dan economy serta misi administrasi pajak berupa Tri Dharma Perpajakan yaitu seluruh subjek pajak terdaftar dan bayar pajak, seluruh objek dikenai pajak, dan pelaksanaan kewajiban pajak tepat waktu dan tepat jumlah.

Selanjutnya, Drs. Joko Wiyono, M.A. memaparkan materi terkait Pengawasan Kepabenan dan Cukai. Beliau menyampaikan konsep Kepabenan yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar dan fungsi DJBC yaitu sebagai revenue collector, community Protector, trade faciliator, dan industrial assistence. Dalam kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan konsep cukai dan bea masuk, serta bea keluar.

Pemateri terakhir adalah Drs. Puryanto, MM, M.Si. yang memaparkan kegiatan dosen dan mahasiswa STPI. Beberapa kegiatan dosen STPI antara lain yaitu pelayanan pajak di Tax Center, berpartisipasi dalam acara DJP, serta bimbingan laboratorium pajak dan laboratorium Komputerasi Perpajakan. Kegiatan mahasiswa STPI antara lain yaitu mengikuti kegiatan pelatihan perpajakan yang setara dengan sertifikat perpajakan Brevet A dan B, mengadakan seminar perpajakan, dan mengikuti Volunter pajak yang diadakan oleh Kantor Pelayanan Pajak.

       Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara narasumber dan peserta, saling bertukar cinderamata sebagai simbol kerja sama antara Komite Pengawas Perpajakan dengan STPI, kuis, dan terakhir adalah sesi foto bersama. (VMI)

Eselon I Kementerian Keuangan