Menkeu Dorong G20 Perangi Kejahatan Perpajakan Antarnegara

4/13/2016 9:53:23 AM

Jakarta, 12/05/2016 Kemenkeu – Sebagai lanjutan rangkaian IMF-World Bank Spring Meetings di Washington D.C., Amerika Serikat, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro diagendakan menghadiri pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20. Pertemuan G20 kali ini menjadi momentum penting pembahasan berbagai isu perekonomian global, khususnya perlambatan pertumbuhan dan rendahnya harga-harga komoditas global.   “Dalam G20, kita akan umumnya bicara sekali lagi mengenai bagaimana prospek perkembangan global terakhir,” jelas Menkeu dalam konferensi pers terkait rangkaian kegiatan Menkeu pada IMF-World Bank Spring Meetings di Jakarta pada Senin (11/05).  

Agenda lain pertemuan G20 yang juga penting, menurut Menkeu, adalah pembahasan kerja sama dalam memerangi kejahatan perpajakan antarnegara (cross-border tax crimes). Indonesia sendiri memiliki kepentingan sangat besar dalam kerja sama perpajakan global dalam rangka mendukung pogram pemerintah untuk menaikkan penerimaan negara dari perpajakan. “Tidak dilupakan juga yang paling penting adalah masalah pajak. Kita ingin memerangi kejahatan perpajakan antarnegara atau cross-border tax crimes,” katanya.  

Dua masalah pokok yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai progress implementasi Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) dan Automatic Exchange of Tax Information in financial sector (AEOI). Kedua inisiatif G20 tersebut sangat penting dalam memerangi upaya penggelapan dan penghindaran pajak oleh perusahaan multinasional maupun individual yang memanfaatkan fasilitas pajak yang rendah dari negara lain (tax haven countries), maupun celah hukum di instrumen keuangan global.  

“Yang pertama mengenai BEPS atau Base Erosion and Profit Shifting, kemudian juga Automatic Exchange of Tax Information in financial sector,” ujarnya.  

Untuk mendukung penerimaan negara melalui perpajakan, Menkeu juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat. Pertemuan tersebut akan membahas mengenai kelanjutan dukungan dan kerja sama peningkatan tata kelola dan administrasi perpajakan di Indonesia. “Kita ingin memformalkan kerja sama antara IRS (Internal Revenue Service) dengan DJP (Direktorat Jenderal Pajak) karena kita ingin DJP diperkuat kapasitasnya seperti IRS,” jelasnya. (ab)

Sumber: http://www.kemenkeu.go.id/Berita/menkeu-dorong-g20-perangi-kejahatan-perpajakan-antarnegara


Eselon I Kementerian Keuangan