Perangi Penyelundupan, Bea Cukai Sumut Tindak Berbagai Barang Ilegal

4/13/2016 9:56:18 AM

Jakarta, 12/04/2016 Kemenkeu - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara berhasil melakukan penindakan atas berbagai barang illegal, antara lain minuman keras, pakaian bekas dan sembilan bahan pokok (sembako).

Dalam konferensi pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Belawan pada Jumat (8/4), Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi merinci, berbagai barang ilegal yang ditindak tersebut terdiri atas 42.058 botol minuman keras, 2.889 ballpress pakaian bekas, 166.950 kilogram (kg) bawang merah, dan 34.325 kg beras pulut.

Ia menambahkan, penindakan ini merupakan aksi nyata Bea Cukai dalam menjalankan fungsinya, yaitu melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal dan mengamankan penerimaan negara. Selain itu, penindakan ini juga turut serta melindungi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Utara dari dampak negatif kesehatan dan sosial serta mencegah masuknya hama dan organisme pengganggu dari luar negeri ke wilayah Indonesia, disamping melindungi perekonomian dari adanya disparitas harga yang dapat mematikan usaha petani.

Lebih lanjut ia menjelaskan, minuman keras ilegal yang ditindak tersebut diselundupkan dari Singapura, dengan modus disamarkan melalui impor bijih plastik (Linear Low Density Poly Ethylene/LLDPE). Dengan kejelian petugas, minuman keras illegal berbagai jenis dan merk yang disamarkan di antara kantong biji plastik tersebut dapat diungkap. “Total kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp13.653.240.301,74. Sampai dengan saat ini, kasusnya sedang dalam proses penyidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, di tengah sosialisasi bahaya pakaian bekas, Dirjen Bea dan Cukai mengungkapkan bahwa penggagalan upaya penyelundupan ballpress pakaian bekas pada tahun 2016 ini cenderung mengalami peningkatan. Pada triwulan I-2016 saja, upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan sebanyak 16 kasus. Jumlah tersebut sudah mendekati jumlah kasus sepanjang 2015, yaitu 22 kasus.

Selain itu, upaya penyelundupan sembako juga tidak kalah dengan komoditas lain. Pada triwulan I-2016, 112 kasus upaya penyelundupan berhasil digagalkan oleh aparat bead an cukai. Jumlah tersebut sudah mendekati jumlah kasus sepanjang tahun 2015, yaitu 128 kasus.

DJBC, lanjutnya, akan selalu bekerja sama dengan aparat penegak hukum lain, termasuk kepolisian dan TNI dalam memberantas penyelundupan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas kepada Negara dan pertanggungjawaban moral kepada masyarakat, DJBC akan terus berkomitmen untuk memerangi segala macam bentuk penyelundupan.(nv)

Sumber: http://www.kemenkeu.go.id/Berita/perangi-penyelundupan-bea-cukai-sumut-tindak-berbagai-barang-ilegal


Eselon I Kementerian Keuangan